
Bertamu ke Rumah Jepang: Ucapan dari Datang sampai Pamit
Kamu sudah sampai di depan pintu rumah teman Jepang. Kamu tahu cara menyapa, tetapi tuan rumah masih di dalam, sepatu belum dilepas, dan kamu belum yakin kapan boleh melangkah masuk. Saat bertamu, ucapan sederhana mengikuti urutan yang jelas: memberi tahu kedatangan, menunggu dipersilakan, menyapa saat memasuki rumah, lalu berterima kasih ketika pulang.
Pelajaran ini membantumu menjalani urutan tersebut sebagai tamu. Tujuannya ialah menghubungkan setiap ungkapan dengan waktu dan orang yang mengucapkannya. Kamu tidak perlu menyiapkan pidato resmi. Beberapa kalimat pendek yang digunakan pada saat yang tepat sudah cukup untuk mengawali dan mengakhiri kunjungan dengan ramah.
Baca garis waktu kunjungan pada sampul
Dua panel bernomor pada sampul dihubungkan oleh panah maju dan jam: panel 1 memasangkan saat masuk dengan おじゃまします; panel 2 memasangkan saat pulang dengan おじゃましました. Ikuti panah seiring berjalannya kunjungan. Perubahan ucapan mengikuti tahap kunjungan, sementara pembicaranya tetap tamu dalam kedua panel.
1. Di depan pintu: beri tahu bahwa kamu datang
ごめんください。
Gomen kudasai.
“Permisi, ada orang?”
Ungkapan ini digunakan pengunjung untuk memanggil penghuni dari pintu masuk rumah. Bayangkan kamu masih berada di luar dan menunggu disambut. Ucapan tersebut bukan izin untuk langsung masuk. Bunyikan bel atau ketuk pintu sesuai keadaan, lalu tunggu jawaban tuan rumah. Jika temanmu sudah menyambut di pintu yang terbuka, sapaan biasa seperti こんにちは dapat digunakan dalam percakapan itu; kamu tidak harus mengulang seluruh urutan kedatangan.
Pelajari ごめんください sebagai satu ungkapan utuh. Fungsinya di sini ialah meminta perhatian penghuni rumah. Fungsinya berbeda dari ごめんなさい, yang merupakan permintaan maaf. Terjemahan singkat seperti “permisi” terkadang menyamarkan perbedaan tersebut. Karena itu, bayangkan adegan di depan pintu setiap kali melatih ungkapan ini.
Tamu: ごめんください。
“Permisi, ada orang?”
Tuan rumah: はい、どうぞ。
“Ya, silakan.”
Tindakan berikutnya bergantung pada persilaan tuan rumah dan kondisi pintu masuknya. Ikuti petunjuk orang yang menyambutmu, sehingga ucapan yang sudah dihafal tidak menjadi alasan untuk langsung berjalan ke dalam rumah.
2. Saat masuk: sapa dengan menghargai ruang tuan rumah
おじゃまします。
Ojama shimasu.
“Permisi, saya masuk.”
Tamu mengucapkan ungkapan ini ketika memasuki rumah orang lain. 邪魔(じゃま)berkaitan dengan gangguan atau menghalangi, tetapi ungkapan lengkapnya berfungsi sebagai sapaan sopan yang lazim. Kamu menunjukkan perhatian kepada tuan rumah dan ruang pribadinya. Ucapan ini tidak berarti kamu sedang mengakui bahwa kamu benar-benar sudah membuat masalah.
Dengarkan persilaan seperti どうぞ、上がってください。 (Dōzo, agatte kudasai.), “Silakan masuk.” Dalam konteks pintu rumah, 上がる(あがる)berarti masuk ke bagian dalam rumah. Ucapan itu tidak selalu menyuruhmu naik ke lantai atas. Bentuknya ialah 上がる → 上がって → 上がってください: verba bentuk te diikuti ください. Jangan langsung menempelkan ください pada bentuk kamus menjadi 上がるください.
玄関(げんかん, area pintu masuk)sering menjadi batas antara alas kaki luar dan bagian dalam rumah. Lepaskan sepatu luar sebelum menginjak lantai bagian dalam, lalu ikuti petunjuk tuan rumah tentang sandal rumah. Bentuk bangunan dan kebiasaan setiap keluarga dapat berbeda. Perhatikan tempatnya dan orang yang menyambutmu, sehingga kamu tidak menganggap semua pintu masuk memiliki aturan yang persis sama.
Berhenti sejenak di sini juga membantu secara praktis: kamu punya waktu untuk mendengar persilaan, mengurus sepatu, dan mengucapkan おじゃまします tanpa harus terburu-buru melakukan semuanya sekaligus.
Urutan persilaan: dua panel yang dihubungkan panah. Panel 1 memperlihatkan tuan rumah mengucapkan 上がってください sementara tamu menunggu di bawah lantai bagian dalam. Ikuti panah menuju panel 2: tamu mengucapkan おじゃまします, sepatu luar tetap di bawah, dan kaki berkaus kaki sudah berada di dalam. Panel-panel ini menghubungkan persilaan tuan rumah dengan respons dan tindakan tamu.

3. Bandingkan ucapan berdasarkan peran dan waktunya
Beberapa ungkapan dapat diterjemahkan secara longgar menjadi “halo”, “selamat datang”, atau “permisi”. Peran masing-masing ungkapan lebih berguna daripada terjemahan pendek tersebut.
| Ungkapan | Pengucap dalam situasi ini | Waktu | Fungsi dalam percakapan |
|---|---|---|---|
| ごめんください | Tamu | Di depan pintu, memanggil penghuni | Memberi tahu kedatangan dan meminta perhatian |
| いらっしゃい | Tuan rumah | Saat menyambut tamu | Mengucapkan selamat datang |
| どうぞ、上がってください | Tuan rumah | Saat mempersilakan masuk | Mengundang tamu masuk ke rumah |
| おじゃまします | Tamu | Saat memasuki rumah | Menyapa sambil menghargai ruang tuan rumah |
| おじゃましました | Tamu | Saat pulang setelah bertamu | Menutup kunjungan dengan sopan |
Gunakan tabel ini untuk memeriksa peran pembicara. Jika kamu pengunjungnya, kamu tidak perlu membalas いらっしゃい dengan mengulang kata yang sama. Tuan rumah menyambut; tamu merespons sebagai orang yang sedang disambut.
4. Diagram keputusan: pilih ucapan berikutnya
TAMU: pilih ucapan berikutnya
|
v
Kunjungan sudah selesai?
+-- YA → Berterima kasih kepada tuan rumah.
| おじゃましました。
|
+-- BELUM → Sudah dipersilakan masuk?
+-- BELUM → Di depan pintu:
| ごめんください。
| Lalu tunggu.
|
+-- SUDAH → Lepaskan sepatu luar.
おじゃまします。
Masuk ke lantai dalam.
Ikuti pertanyaan ini secara berurutan. Panduan ini mengikuti jalannya kunjungan, sehingga kamu dapat melatihnya sambil membayangkan pintu rumah.
- Masih menunggu disambut? Di depan pintu, ごめんください dapat digunakan untuk memberitahukan kedatanganmu. Berhenti dan tunggu jawaban.
- Sudah dipersilakan masuk? Kenali どうぞ atau 上がってください. Perhatikan batas untuk melepas sepatu dan ucapkan おじゃまします ketika masuk.
- Kunjungan sudah berakhir? Berterima kasihlah kepada tuan rumah, lalu gunakan おじゃましました saat berpamitan.
- Tadi dijamu makanan atau makan bersama? Kamu juga dapat berterima kasih dengan ごちそうさまでした. Sesuaikan tambahan ucapan ini dengan kejadian yang benar-benar berlangsung selama kunjungan.
Hubungan yang perlu dilatih ialah “situasi → pembicara → ungkapan”. Cobalah memilih kalimat berdasarkan situasinya sebelum melihat tulisan Jepang. Dengan cara ini, kumpulan ungkapan sopan tidak berubah menjadi daftar yang dibacakan tanpa memperhatikan konteks.
5. Saat pulang: tutup kunjungan dengan hangat
今日はありがとうございました。おじゃましました。
Kyō wa arigatō gozaimashita. Ojama shimashita.
“Terima kasih untuk hari ini. Terima kasih sudah menerima saya bertamu.”
Perubahan dari します menjadi しました menempatkan sapaan setelah kunjungan berlangsung. Keduanya sopan: おじゃまします mengiringi saat masuk, sedangkan おじゃましました menengok kembali kunjungan ketika kamu pulang. Untuk pelajaran ini, ingat kedua ungkapan lengkap bersama situasinya. Jangan mengubahnya menjadi aturan yang berlaku untuk semua kata berawalan お.
Kamu dapat menambahkan komentar sederhana yang sesuai dengan pengalamanmu:
楽しかったです。
Tanoshikatta desu.
“Tadi menyenangkan sekali.”
Jika tuan rumah menjamumu makan, ごちそうさまでした。 (Gochisōsama deshita.), “Terima kasih atas makanannya,” menyampaikan rasa terima kasih secara lebih khusus. Ungkapan ini juga dapat diucapkan belakangan kepada orang yang menjamumu. Kamu tidak perlu menyebut jamuan makan jika tadi hanya berbincang sebentar.
Tuan rumah mungkin membalas dengan また来てくださいね。 (Mata kite kudasai ne.), “Main lagi, ya.” Di sini 来る(くる)menjadi 来て(きて)sebelum ください. Dengarkan ungkapan itu sebagai penutup yang ramah, lalu tanggapi secara wajar dengan ucapan terima kasih.
Garis waktu dari masuk sampai pulang. Panah dan jam di antara kedua panel menandakan bahwa kunjungan telah berlangsung. Di kiri, tamu yang masuk mengucapkan おじゃまします. Di kanan, tamu yang pulang mengucapkan おじゃましました. Huruf た yang disorot memperlihatkan selesainya kunjungan melalui bentuk ucapannya.

6. Dialog beranotasi: pembicara, ucapan, dan tujuan
Di pintu masuk — tamu: ごめんください。
“Permisi, ada orang?”
Tamu memberitahukan kedatangannya dan menunggu.
Tuan rumah: こんにちは。どうぞ、上がってください。
“Halo. Silakan masuk.”
Tuan rumah menyambut pengunjung dan mempersilakannya masuk.
Tamu: おじゃまします。
“Permisi, saya masuk.”
Tamu menyapa saat masuk dan melepas sepatu luar sebelum menginjak lantai bagian dalam.
Setelah kunjungan — tamu: 今日はありがとうございました。楽しかったです。おじゃましました。
“Terima kasih untuk hari ini. Tadi menyenangkan sekali. Terima kasih sudah menerima saya bertamu.”
Tamu menyampaikan rasa terima kasih dan menutup kunjungan.
Tuan rumah: また来てくださいね。
“Main lagi, ya.”
Tuan rumah mengakhiri percakapan dengan hangat.
Baca hanya ucapan tamu sekali, lalu hanya ucapan tuan rumah. Memisahkan peran membantu kamu mengenali siapa yang menggunakan setiap ungkapan. Setelah itu, berlatihlah bersama teman dan tukar peran setelah satu kunjungan lengkap.
7. Kesalahan yang perlu diperhatikan
Menggunakan ungkapan pulang ketika baru datang. おじゃましました mengacu pada kunjungan yang telah berlangsung. Jika kamu baru akan masuk, pilih おじゃまします.
Menganggap 上がってください selalu sebagai petunjuk menuju tangga. Di pintu rumah, ungkapan itu mempersilakanmu masuk. Gunakan keadaan di sekitarmu untuk memahami maksud verbanya.
Otomatis mengganti ごめんください dengan permintaan maaf. ごめんなさい merupakan permintaan maaf; ごめんください adalah panggilan di pintu dalam pelajaran ini. Kemiripan bunyi tidak membuat keduanya dapat saling menggantikan.
Membuat sapaan terlalu panjang untuk situasinya. Ungkapan tamu yang sopan ini cocok untuk kunjungan ramah sehari-hari. Pasangkan dengan ucapan terima kasih yang sederhana dan hangat. Amati cara tuan rumah berbicara; hubungan antarpembicara dan kebiasaan keluarga dapat berbeda.
Coba kunjungan satu menit
Berdirilah di satu sisi pintu khayalan. Beri tahu kedatanganmu, tunggu temanmu mempersilakan, lalu masuk dengan おじゃまします. Setelah itu, bayangkan kunjungan sudah selesai dan ucapkan 今日はありがとうございました。おじゃましました. Ulangi sekali dengan situasi dijamu makan, lalu tambahkan ごちそうさまでした.
Terakhir, tutup tulisan Jepangnya dan jelaskan urutan kunjungan dengan kata-katamu sendiri. Jika kamu dapat mengenali siapa yang berbicara, apa yang baru terjadi, dan fungsi ucapan berikutnya, kamu siap memakai ungkapan tersebut saat benar-benar bertamu.
日本語でおさらい
人の家に入るときは「おじゃまします」、帰るときは「おじゃましました」と言います。玄関で「上がってください」と言われたら、家の中へどうぞ、という意味です。訪問の終わりに、お礼も伝えましょう。
Sumber dan latihan lanjutan
Ungkapan datang dan pulang mengikuti aktivitas bertamu Irodori serta Elementary 1, Pelajaran 17, halaman 1–4 dari Japan Foundation. Konteks alas kaki didukung materi Visiting a Home dari Five College Center for World Languages. Dialog latihan dan panduan memilih ucapan di atas dibuat khusus untuk pelajaran ini.